- Tentang Waktu -
Waktu berjalan apa adanya, tidak lebih cepat, tidak pula melambat. namun manusia dibuatnya resah, berleha-leha. atau bahkan merasa terimpit dengan keterbatasa waktu yang ada. Berbagai kegiatan telah terpasang rapih pada jam-jam tertentu.
Bentrok? tentu. tak bisa dipungkiri. jadwal yang semakin lama kian memadat mampu menggeserkan jadwal yang lama dengan jadwal baru yang dianggap lebih penting dan tentu diprioritaskan oleh pelaksana jadwal ini, sebuah pilihan yang harus dilakukan, untuk mengorbankan salah satunya, dan tentu pengalihan jadwal ini merupakan suatu hal yang sangat berat untuk dilakukan. bagi para aktivis (baca: pengguna dan pelaksana jadwal) hal seperti ini sudah merupakan kebiasaan lama yang terus menerus dilakukan sampai saat ini. pasalnya, seorang aktivis memiliki sifat yang "Haus" akan sebuah aktivitas. mereka enggan untuk menghabiskan waktu hanya untuk berdiam diri, tertarik dengan banyak hal (sosial-hobi-Organisasi) tanpa mengenal lelah mereka lakukan apapun yang ingin mereka lakukan. tanpa berfikir untuk mendapatkan imbalan, uang atau kehormatan.
yang terpenting bagi mereka adalah "Saya dapat bermanfaat untuk orang lain"
- KARISMA -
Salah satu organisasi yang namanya sudah besar di Bandung, menjadi pusat kegiatan remaja, yang di manajemen baik oleh mahasiswa-mahasiswa di seluruh Bandung Raya, Sumedang dan Cimahi.
berpangkal sekitar Masjid Salman Institut Teknologi Bandung.
KARISMA organisasi yang menjadi salah satu buruan para aktivis, terutama para mahasiswa di Institut Teknologi Bandung
memiliki banyak bidang garapan, yang meliputi; training, pembinaan remaja, learning center, pengembangan minat, dan masih banyak lagi, yang hal itu dapat memfasilitasi para aktivis untuk mengisi waktu luangnya. tak heran tak sedikit orang yang mundar-mandir keluar masuk pintu sekretariat KARISMA yang penjadi salah satu penghuni gedung kayu
- Sekelumit Kehidupan -
kadang, waktu itu seperti pisau yang sedang membunuh mangsa yang sedang berleha-leha. maka haruslah kita bergerak tanpa henti untuk menghidari nya. terlalu banyak arah tujuan pergerakan juga akan membuat kita terjebak dalam jaring-jaring yang rumit. terlalu banyak hal yang kita ambil, maka akan berimbas pada banyaknya konsekuensi yang akan kita hadapi, setelah itu, kita akan menghadapi penumpukan jadwal dikalender, serta akan banyak magnet yang melakukan tarik menari dengan kita. yang membuat kecondongan menjadi samar. ini lah akhir dari awal hidup seorang aktivis. tahap selanjutnya mereka harus memilih satu diantara dua keikutsetaannya dalam melibatkan diri mereka terhadap sekompok manusia yang diikutinya.
menimbang dan mengukur.. mana yang harus dipilih, ini lah keputusan yang sangat rumit, karena mereka akan mengorbankan satu atau banyak hal. sekali lagi ini adalah resiko yang harus diambil.
menimbang dan mengukur .. seberapa besar kontribusi dan pengaruh diri mereka dalam organisasi tersebut adalah jawaban mana yang harus lebih diprioritaskan
menimbang dan mengukur .. seberapa nyaman kah mereka dengan teman-teman ini. ini lah penguat diri mereka dengan organisasi yang akan mereka jalani dengan penuh komitmen
- Kunci Sebenarnya -
sebuah pengakuan diri, dimana hati tak mampu berdusta, tentang sebuah pilihan yang harus dijalani.
bukanlah teori yang menjadi sebuah pertimbangan, atau bisikan dari tetangga sebelah, tapi sebuah kekuatan yang mampu mencondongkan hati kearah mana berlabuh, aku tak kuasa menahan kekuatan yang entah dari mana ia berasal, aku hanya merasakannya saja.
KARISMA, mungkin bukanlah sebuah prioritas utama, tapi hati ini yang ingin memilihnya sendiri. meski telah ku buat sekelumit peraturan baku, bagaimana aku harus bergerak, tapi ia menjadi nakal. membuat aku berfikir terlalu lama, membuat aku kehilangan semuanya, tapi bukanlah hati ini gelisah karenanya, hanya kepuasan dan kebahagiaan selimuti hati bingung.
bukan karena seberapa dekatnya kita, tapi seberapa banyaknya kita mendapat senyuman dari seorang teman, bahkan mungkin kita belum mengenalnya.
bukan seberapa banyaknya kita berkontribusi, tapi seberapa bahagiaanya kita menjalani sebuah pengabdian
bukan seberapa tinggi jabatan kita, tapi seberapa pengaruhnya kita untuk orang disekitar kita
bukan seberapa hebat diri kita. tapi bagaimana kita bisa membangun tim yang dapat mengubah segalanya menjadi lebih baik
"Mungkin selama ini aku tak sadar, mengapa hati ini tetap berlabuh. namun aku sedikit memahami, mengapa Allah begitu peduli"
Langganan:
Postingan (Atom)
